My Photo
Name:

A father of Arwen the elf, Leia the princess & Neo the one.

A husband of Dita the fairy.





Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Image hosted by Photobucket.com



Design by Manero






Happiest Baby on the Block: The New Way to Calm Crying and Help Your Newborn Baby Sleep Longer
Happiest Baby on the Block: The New Way .....

by Harvey Karp, M.D



Brain Games for Babies, Toddlers and Twos: 140 Fun Ways to Boost Development
Brain Games for Babies, Toddlers and Twos: 140 Fun Ways to Boost Development

by Jackie Silberg



Bayiku Anakku

by dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed





Quality Time Anytime: How to Make the Most of Every Moment With Your Child
Quality Time Anytime: How to Make the Most of Every Moment With Your Child

by Penny Warner



The English Roses

by Madonna








Dr. Spock's Baby & Chaild Care

by Benjamin Spock, M.D., and Michael B. Rothenberg, M.D.





Parent and Child: Getting through to Each Other

by Lawrence Kutner, Ph.D.




40,001 Best Baby Names
40,001 Best Baby Names

by Diane Stafford



Kreativitas & Keberbakatan

by Prof. Dr. S.C. Utami Munandar





High -Tech Heretic: Reflections of a Computer Contrarian
High -Tech Heretic: Reflections of a Computer Contrarian

by Clifford Stoll




What to Expect When You're Expecting
What to Expect When You're Expecting

by Heidi E. Murkoff, Arlene Eisenberg, Sandee E. Hathaway, B.S.N



Waiting for Bebe: A Pregnancy Guide for Latinas
Waiting for Bebe: A Pregnancy Guide for Latinas

by Lourdes Alcaniz





The End of Education: Redefining the Value of Schools
The End of Education: Redefining the Value of Schools

by Neil Postman











Creative Commons License

Powered by Blogger

Barnes & Noble.com

Tuesday, September 09, 2008

Akhirnya......Penjahatnya Ketahuan

Ini cerita dari beberapa hari lalu yang sempet bikin Mamin dan Papin agak-agak sport jantung ngurusin Leia yang sakit. Selama 4 hari kemaren, perhatian kami terfokus pada Leia yang mendadak demam tanpa disertai batuk pilek, muntah, diare dan sebab yang jelas. Terus terang ini baru pertama kalinya kami alami. Biasanya anak-anak kalo demam karena batuk pilek.

Demamnya kami rasa cukup tinggi, sayang kami gak punya termometer jadi gak bisa akurat ngukur berapa derajat panasnya, so cuma mengandalkan perabaan aja (which is gak akurat ;)). Sehari berlalu, demamnya gak hilang, tapi turun sedikit, nanti naik lagi. Gitu terus sampe menjelang hari ke-4. Penasaran, ketar-ketir, was-was, sedih, itulah perasaan yang berkecamuk. Kami memang belum berencana bawa ke dokter, menunggu sampe 3 hari demam, tentunya dengan ekstra pengawasan dan observasi. Demam ditreat sesuai guideline demam. Gak pake obat, perbanyak asupan cairan dan mandi air hangat. Kalo Leia udah gak nyaman banget baru deh keluarin botol parasetamol. Untungnya anak ini walaupun sakit dan lemes tetep mau makan dengan semangat, bahkan minta sendiri. Lemes iya, tapi masih main, masih nyanyi sepotong-sepotong, gak keliatan toksik banget.


demam hari pertama

Udah ditreat begitu, demamnya memang gak hilang sama sekali, hanya turun sedikit, nanti naik lagi. Haduh kenapa toh nak? Tebak-tebak buah manggis deh, kok demamnya fever of unknown origin begini. Otitis media atau infeksi telinga kayaknya bukan, soalnya dia gak ngeluh kupingnya sakit. Langsung deh mikir-mikir Infeksi Saluran Kencing bukan ya? Aduh kalo infeksi berat gimana ya? Trus pikiran makin mengarah ke yang serem-serem, meningitis *amit-amit*, dll. Akhirnya kami berusaha memperkuat pertahanan, selain dengan doa juga dengan mencari informasi sebanyak-sebanyaknya soal Fever of Unknown Origin, Infeksi berat, dst.


sayu - demam hari kedua

Kami juga berusaha mempersiapkan mental akan terjadinya febrile siezure alias kejang demam (walopun dalam keluarga kami gak ada riwayat kejang demam tapi prepare gak papa kan), soalnya kenaikan suhunya cukup mendadak.

Lah daripada bingung kok gak langsung bawa ke dokter sih? Kami berusaha tenang dan gak mau gradak gruduk panik. Deadline ke dokter sudah kami tetapkan kalo demam berlangsung berturut-turut selama tiga hari dan kondisi Leia terus memburuk. Lah wong di negeri sendiri aja susah mencari dokter yang Rational Use of Drugs, yang gak langsung ngasih deretan panjang resep obat, apalagi di sini yang mungkin ini bakal jadi pengalaman pertama kami berurusan dengan praktisi medis negara ini. Jadi kami harus makin memperkuat wawasan dan mental kami soal ini. Bekal guideline demam, kejang demam, infeksi berat, bener-bener dipelototin. Tentunya juga sambil mantengin Leia secara ketat. Observasi terhadap behaviour, pola makan, minum dan kesadaran terus dilakukan. Gak ada muntah, gak ada kekakuan di leher, gak diare, bak lancar dan bab bagus (gak encer, gak ada lendir, gak ada darah).

Di malam hari ketiga, kami sudah memutuskan besok akan ke rumah sakit, karena Leia masih demam turun naik. Dan lagi hari itu, dia udah ngerasa gak nyaman banget, gak bisa tidur, rewel, minta nenen terus dan mengeluh sakit perut. Ok, that's it berarti kita ke dokter besok, sementara Leia bisa tenang dengan tidur dipeluk.

Besoknya kita udah bangun pagi-pagi, siap-siap ke rumah sakit, tanya sana sini mana rumah sakit yang bisa direkomen. Tapi setelah diperhatiin kok demamnya turun terus, trus Leia mulai terlihat aktif, makan minum dengan baik. Akhirnya kami mengurungkan niat. Ok, kami putusin Papin tetep berangkat kerja, kalo sampe demam muncul lagi harus siap-siap cabut dari kantor buat anter ke RS. Sementara itu, Mamin baca postingannya Ingkan soal Belle-nya yang juga demam....makasih ya Kan,kami jadi gak berasa sendiri, jadi merasa makin kuat. Makasih juga buat mbak Yuli atas informasi e-mailnya dr. Waldi. Kami juga udah prepare bakal konsul sama dr. Waldi lewat e-mail, sementara nunggu perkembangan Leia.

Semakin siang, ternyata demam semakin reda, sampai akhirya jadi sama sekali hilang. Si anak juga berangsur keliatan aktif, dengan muka sayunya mulai berusaha nyanyi-nyanyi, tertawa-tawa dan tersenyum. Phuuiihhh seneng banget ngeliatnya.

Gak lama setelah demam reda, nih dia.....rash pada bermunculan. Oh lala, kamu si penjahat itu akhirnya muncul (mengutip kata Ingkan :D). Ternyata Leia kena roseola. Pada roseola, rash memang baru muncul setelah demam reda. Sekali lagi buka-buka primbon, ternyata untuk roseola juga gak ada treatment khusus dan obatnya, karena penyebabnya virus dan akan sembuh dengan sendirinya. Ya sudah, akhirnya kita gak jadi ke RS juga. Mempersiapkan diri aja dengan kemunculan rash ini sampe 3-4 hari ke depan. Treatment sesuai rekomendasi AAP aja.


hari kelima setelah demam reda, lagi banyak rash, udah bisa cengar-cengir

Lega, akhirnya penjahat itu ketauan, gak perlu tebak-tebak buah manggis lagi. Jadi bisa menentukan treatment yang tepat buat Leia. Pengawasan tetep dilakukan tapi udah gak seketat hari-hari sebelumnya. Demam udah hilang sama sekali. Matanya udah gak sayu lagi. Semoga rashnya juga cepet ilang.

Yang agak kami khawatirkan sekarang adalah karena penyakit ini menular, kami lagi mempersiapkan mental dan diri kalo-kalo sampe Arwen ketularan. Duhhh mudah-mudahan nggak deh, paling gak enak liat anak sakit.

Labels: , , ,

Comments on "Akhirnya......Penjahatnya Ketahuan"

 

Blogger titien irvianty said ... (2:53 PM) : 

leia... kamu lucu banget sih mukanya. alhamdulilah ya sudah sembuh. mamin hebat banget sih bisa sabar gitu... dan ga panik.

 

post a comment

Links to "Akhirnya......Penjahatnya Ketahuan"

Create a Link