My Photo
Name:

A father of Arwen the elf, Leia the princess & Neo the one.

A husband of Dita the fairy.





Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Image hosted by Photobucket.com



Design by Manero






Happiest Baby on the Block: The New Way to Calm Crying and Help Your Newborn Baby Sleep Longer
Happiest Baby on the Block: The New Way .....

by Harvey Karp, M.D



Brain Games for Babies, Toddlers and Twos: 140 Fun Ways to Boost Development
Brain Games for Babies, Toddlers and Twos: 140 Fun Ways to Boost Development

by Jackie Silberg



Bayiku Anakku

by dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed





Quality Time Anytime: How to Make the Most of Every Moment With Your Child
Quality Time Anytime: How to Make the Most of Every Moment With Your Child

by Penny Warner



The English Roses

by Madonna








Dr. Spock's Baby & Chaild Care

by Benjamin Spock, M.D., and Michael B. Rothenberg, M.D.





Parent and Child: Getting through to Each Other

by Lawrence Kutner, Ph.D.




40,001 Best Baby Names
40,001 Best Baby Names

by Diane Stafford



Kreativitas & Keberbakatan

by Prof. Dr. S.C. Utami Munandar





High -Tech Heretic: Reflections of a Computer Contrarian
High -Tech Heretic: Reflections of a Computer Contrarian

by Clifford Stoll




What to Expect When You're Expecting
What to Expect When You're Expecting

by Heidi E. Murkoff, Arlene Eisenberg, Sandee E. Hathaway, B.S.N



Waiting for Bebe: A Pregnancy Guide for Latinas
Waiting for Bebe: A Pregnancy Guide for Latinas

by Lourdes Alcaniz





The End of Education: Redefining the Value of Schools
The End of Education: Redefining the Value of Schools

by Neil Postman













Creative Commons License

Powered by Blogger

Barnes & Noble.com

Tuesday, November 28, 2006

The Blooming Leia 2

Bulan Kedua



Wow lihat, adek Leia semakin bertambah chubby! Di bulan kedua ini, jarak pandang penglihatannya tampaknya sudah semakin jauh. Sepertinya ia sudah dapat melihat kalau ada orang datang atau ada orang di sekitarnya.

Pada minggu ke-6 semakin banyak perkembangan dirinya. Antara lain: mulai berusaha berinteraksi dengan kami, Mamin, Papin dan Arwen, terlihat dari ekspresi wajahnya yang jenaka saat kami mengajaknya berbicara. Ia juga mulai mengeluarkan suara-suara kecil (coo-ing) cikal bakal kemampuannya berbicara. Dan lagi-lagi...mengalami growth spurt, tapi kali ini kami sudah paham dan bisa menjalaninya dengan senang dan tenang.

Di usia 6 minggu pula, ia mendapatkan imunisasi Hepatitis B 2 dan berat badannya sudah mencapai 4,5 kg.

Satu hal yang baru Mamin sadari, Leia memiliki kulit yang agak sensitif. Daerah-daerah lipatan kulit, seperti leher dan ketiak yang rawan kotor, ternyata harus ekstra lembut dibersihkan. Karena kalo sedikit kasar men-treat, kulitnya langsung memerah seperti meradang. Setelah kami tanyakan hal ini pada bu dokter, ternyata penyebabnya adalah jamur.

Setelah lepas 40 hari, pola tidurnya berangsur-angsur mulai terbentuk, yang tadinya kebolak-balik gak karuan jam tidurnya, sekarang mulai mapan jadwalnya. Kalo bulan lalu habis minum malam, Leia bisa gak tidur lagi (bikin kami begadangan ikut gak tidur), sekarang udah mulai bisa, habis nyusu terus bobok. Lepas jam 12 malam, ia masih terbangun 2 kali, biasanya jam 1.00 dini hari dan 3.00 dini hari.

Frekuensi pup udah berkurang, sekarang paling banyak 3 kali sehari. Trus udah mule bisa digendong kangguru pake carrier.

Saturday, November 11, 2006

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit



"Ah gak mungkin!"

"Gimana caranya melahirkan gak sakit?"

"Trus kalo gak ada rasa sakit gimana ngedennya?"

Komentar-komentar seperti itu, banyak mampir di telinga Mamin, ketika Mamin melontarkan niat ingin menggunakan ILA saat melahirkan yang kedua ini. Terus terang Mamin belum tau rasanya, baru juga mau nyoba. Karena penasaran dengan pengalaman beberapa teman yang sudah mencoba metode ini dan karena doktrinan dokter kandungan juga.

Pengalaman melahirkan Arwen yang begitu lama dan cukup traumatis membawa Mamin untuk membuka kuping lebar-lebar soal tehnik-tehnik melahirkan yang dapat meminimalisir rasa sakit. Sampai akhirnya tanpa sengaja, Mamin mendengar soal ILA, Intrathecal Labor Analgesia. Tapi resikonya Mamin harus pindah RS dan dokter kandungan, karena RS yang sebelumnya tidak memiliki metode ILA untuk melahirkan.

Apa sih sebenernya mahluk yang dinamakan ILA ini? Secara sederhana, ILA adalah pembunuh rasa sakit saat melahirkan.

Bagaimana sih cara kerja ILA ini? Persalinan dengan bantuan ILA dilakukan dokter kandungan dengan dibantu dokter anastesi yang menyuntikkan obat ke dalam cairan di daerah saraf tulang belakang si ibu, yang kemudian bekerja untuk menghilangkan rasa sakit. Obat itu sendiri tidak akan mempengaruhi janin yang ada dalam kandungan. Obat itu langsung bekerja hanya di saraf itu, sehingga tidak terserap ke pembuluh darah dan masuk ke tubuh bayi.

Obat yang dimaksud disuntikkan ke punggung ke dalam rongga tulang belakang, dengan posisi si ibu duduk atau berbaring miring. Ini berbeda dengan teknik epidural yang menyuntikkan obat ke dalam rongga epidural.

Penyuntikan obat dilakukan saat persalinan mulai masuk pada tahap bukaan 5/6, yang ditandai dengan timbulnya kontraksi berkali-kali disertai rasa nyeri. Setelah obat bekerja, biasanya si ibu akan merasa otot-otot tungkainya sedikit kesemutan dan lemas, namun tetap dalam keadaan sadar.

Pada beberapa ibu, kontraksi rahim bisa melambat sementara, tapi sebagian besar umumnya mengalami perbaikan pola kontraksi. Selebihnya, proses persalinanpun berjalan seperti pesalinan normal lainnya.

Waktu itu gak sampe 5 menit, Mamin sudah merasakan obatnya bekerja dan seketika itu juga rasa sakit kontraksi hilang. Yang tertinggal hanya kontraksinya. Kita pun tetap bisa merasakan saat rahim berkontraksi minus rasa sakit. Tak lama kemudian, sekitar 20 menit sesudahnya, Leia lahir. Cepet kan? :)

Efek samping yang timbul dari pesalinan dengan ILA bisa dibilang amat ringan dan tidak memengaruhi kondisi janin. Meski jarang, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, penurunan tekanan darah, serta gatal-gatal ringan yang mudah diatasi. Namun semua itu bisa dicegah, misalnya, dengan memberikan obat antimual dan muntah sebelum pemberian cairan. Nah, kalo Mamin, mengalami sedikit gatal-gatal tapi gak lama kok.

Soal ILA lebih lanjut, bisa cari di sini atau di sini.